Perhitungan TKDN Migas 2026: Panduan Lengkap PTK 007 Revisi 5 SKK Migas

By |2026-04-21T06:44:21+07:00May 29th, 2026|Categories: Corporate & Partnership, Industrial Projects & Case Studies, Quality & Standards|Tags: , , , , |

"Regulasi bukan hambatan — regulasi adalah peta jalan. Yang tahu cara membacanya akan selalu selangkah lebih maju." Sudah berapa kali Anda ikut tender proyek hulu migas, lalu gugur di tahap evaluasi hanya karena dokumen tkdn migas ptk 007 tidak sesuai format terbaru? Kami paham betul frustrasi itu. Sejak SKK Migas resmi menetapkan PTK-007/SKKIA0000/2023/S9 Revisi 05

7 Kriteria Utama Memilih Kontraktor EPC Migas Terpercaya di Indonesia

By |2026-04-21T06:31:06+07:00May 27th, 2026|Categories: Corporate & Partnership, Industrial Projects & Case Studies, Quality & Standards|Tags: , , , , |

Salah satu keputusan paling kritis dalam proyek industri berskala besar bukan soal berapa besar anggarannya — melainkan siapa yang Anda percayakan untuk mengerjakannya. Memilih kontraktor EPC migas Indonesia yang salah bisa berarti keterlambatan bertahun-tahun, pembengkakan biaya yang masif, bahkan kegagalan teknis yang membahayakan operasional pabrik. Industri minyak, gas, dan petrokimia tidak memberi ruang untuk kesalahan.

Perbedaan EPC, EPCM, EPCI, dan EPCC: Panduan Memilih Model Kontrak Proyek Industri

By |2026-04-20T20:33:03+07:00May 7th, 2026|Categories: Corporate & Partnership, Engineering & Design, Quality & Standards|Tags: , , , , |

"Banyak proyek industri gagal bukan karena teknologi yang buruk — tetapi karena salah memilih model kontrak di awal." Kalau Anda pernah duduk di ruang rapat, memegang dokumen tender setebal buku, lalu bertanya dalam hati: "Ini kontraknya EPC atau EPCM? Bedanya apa, sih?" — Anda tidak sendirian. Di dunia konstruksi industri Indonesia, perbedaan kontrak EPC industri

Lead Time Turun 25%: Strategi Procurement Berbasis Data yang Terbukti

By |2026-01-19T21:02:45+07:00February 9th, 2026|Categories: Construction Technology & Innovation, Corporate & Partnership, Quality & Standards|Tags: , , , , |

Ada momen ketika proyek berjalan “baik-baik saja”, lalu satu komponen kecil datang terlambat dan semuanya berubah: jadwal bergeser, biaya lembur naik, bahkan start-up harus diundur. Banyak tim procurement sudah bekerja keras—telepon vendor, mengejar shipping, rapat harian—namun hasilnya tetap reaktif. Padahal, perspektif yang lebih tajam tersedia jika procurement membaca pola, bukan sekadar mengejar kasus per kasus.

Gelombang pembangunan data center: fokus INA, dinamika pendanaan, dan kebutuhan energi

By |2026-01-19T21:03:55+07:00January 26th, 2026|Categories: Construction Technology & Innovation, Corporate & Partnership, Engineering & Design|Tags: , , , , |

Pusat data bukan lagi sekadar “ruang server besar”. Ia sudah menjadi infrastruktur strategis—setara jalan tol digital—yang menentukan kecepatan layanan publik, ketahanan bisnis, sampai kedaulatan data. Arah kebijakan dan arus modalnya pun semakin terang. Misalnya, dalam situs berita Reuters yang membahas fokus Indonesia Investment Authority (INA) pada data center, AI di layanan kesehatan, serta energi terbarukan,

Dana Besar INA–DayOne: Pertanda “Kampus Data” Indonesia Melejit 2026

By |2025-12-18T16:24:03+07:00January 4th, 2026|Categories: Construction Technology & Innovation, Corporate & Partnership, Industrial Projects & Case Studies|Tags: , , , , |

Pembiayaan berskala ratusan juta dolar untuk kampus data center bukan sekadar headline—ia adalah sinyal pasar bahwa permintaan komputasi, konektivitas, dan ketahanan digital sedang naik kelas. Kabar mengenai pembiayaan proyek data centre yang digarap DayOne bersama Indonesia Investment Authority (INA) bahkan telah disorot dalam situs berita internasional seperti Reuters, lengkap dengan konteks skema pinjaman rupiah dan

Limbah Konstruksi Berputar Nilai: Pembiayaan Cerdas untuk Proyek Sirkular

By |2025-11-08T16:58:11+07:00December 15th, 2025|Categories: Construction Technology & Innovation, Corporate & Partnership, Safety, Health & Environment (SHE)|Tags: , , , , |

Laporan terbaru mengenai inisiatif pembiayaan infrastruktur hijau di Indonesia—termasuk rencana proyek waste‑to‑power oleh dana kedaulatan, seperti diberitakan oleh media internasional (lihat laporan Reuters)—menunjukkan momentum baru untuk mendaur ulang material konstruksi menuju nilai ekonomi yang terukur. Ketika biaya landfill meningkat, regulasi semakin ketat, dan investor menuntut dampak ESG yang nyata, model bisnis sirkular makin relevan bagi

Pendanaan Infrastruktur 2026: Aturan Pinjaman Pusat ke Pemda/BUMN dan Dampaknya

By |2025-11-08T13:57:55+07:00December 11th, 2025|Categories: Corporate & Partnership, Industrial Projects & Case Studies, Quality & Standards|Tags: , , , , |

Kabar terbaru bahwa pemerintah pusat membuka opsi pinjaman langsung kepada pemerintah daerah dan BUMN menandai babak baru arsitektur pembiayaan publik. Kebijakan ini diberitakan oleh media internasional melalui laporan Reuters tentang rencana Indonesia mengizinkan pinjaman pusat ke pemda/BUMN. Di tengah kebutuhan percepatan proyek prioritas, tata kelola fiskal, dan tekanan disiplin anggaran, aturan ini bisa menjadi akselerator—asal

TKDN 2025 Tanpa Kompromi Kualitas: Orkestrasi Rantai Pasok yang Cerdas

By |2025-11-08T13:15:00+07:00December 3rd, 2025|Categories: Construction Technology & Innovation, Corporate & Partnership, Quality & Standards|Tags: , , , , |

Kebijakan pengadaan terbaru mewajibkan prioritas produk dalam negeri, termasuk ketentuan minimum 25% TKDN pada proyek publik ketika ambang kombinasi TKDN+BMP 40% tidak terpenuhi—sebagaimana dilaporkan media nasional sektor energi di Petromindo. Aturan ini menggeser cara perusahaan menyusun strategi pasok, dari sekadar memenuhi ambang ke penguatan ekosistem pemasok lokal, kendali mutu, dan efisiensi biaya. Di sinilah urgensi

RUPTL 2025–2034: Portofolio Prioritas dan Dampaknya ke Rantai Konstruksi

By |2025-11-08T12:54:23+07:00November 29th, 2025|Categories: Construction Technology & Innovation, Engineering & Design, Industrial Projects & Case Studies|Tags: , , , , |

Gelombang investasi ketenagalistrikan akan ditentukan oleh arah PLN pada horizon 2025–2034. Pembaruan bauran, target EBT, dan rencana jaringan tegangan tinggi membentuk backlog rekayasa–konstruksi dari hulu ke hilir. Rujukan publik tersedia pada dokumen RUPTL resmi di situs Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan. Artikel ini memetakan prioritas pembangkit–transmisi yang paling berdampak pada EPC, supply chain material, dan kesiapan eksekusi,

Go to Top